Lagu lagu penuh romansa nostalgia
Mengalun sembari ku memandang langit
Dengan jahatnya bulan berubah menyerupai senyummu
Memaksaku mengorek apa yang telah terkubur bersama sakit, sesal, juga rindu
Aku ingat wajahmu saat menyantap makanan hangat kala hujan
Pun saat kita berteduh di restoran favoritku yang makanannya cukup pedas katamu
Aku ingat taman bunga yang menjadi tempat terakhir kita berbagi bahagia
Menyedihkannya, aku ingat semua detailnya
Sementara kamu, mungkin sudah menguburnya ratusan hari yang lalu
Hampir dua tahun kamu pergi, menyisakan ruang sunyi dalam apa yang kusebut hati
Seperti mereka yang separuh dirinya pergi, aku juga merasakan patah hati
Semua menyuruhku beranjak, semua menyuruhku mencari lagi
Tapi aku cukup tangguh, atau mungkin bodoh, untuk sekedar menantimu kembali
Aku ingin jawaban
Salah apa aku? Tidak mungkin hilang begitu saja
Atau mungkin karena mereka? Kamu lebih tau aku sebenar-benarnya
Mulutmu tetap saja membisu sementara akalku tak mampu mencerna sikapmu
Maafmu masih mampu menciptakan senyum, tapi tidak menyembuhkan luka
Luka yang kutanggung dari hari pertama perpisahan kita
Yang sewaktu waktu datang sembari berbisik lirih di telinga
"Kamu memang tak pantas buat perempuan sesempurna dia"
Apapun itu, ikhlas adalah cara paling sederhana merelakan bahagia
Aku semakin kuat setiap harinya, menjalani hidup tanpa ada kamu lagi di dalamnya
Pernah satu kali, saat tubuhku terduduk diatas sajadah dan tanganku menengadah, kamu lewat tanpa permisi dalam renung yang khusyuk
Walau aku adalah orang yang jarang berdoa, namun sekalinya aku berdoa, ada namamu di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar