Rabu, 27 Januari 2021

Atsirauya-Mileayu


Mengapa tidak yakin? Bukankah yang paling tepat coba saja dulu? Apakah aku hanya persinggahan sebelum hendak kau berpaling ke tempat yang dulu menyamankanmu? Apakah ceramah bijak nan salihmu tentang cinta dulu hanya siasat untuk menjauhkanku? Memberikan kita jarak yang cukup untuk membuat seakan aku tak sanggup berjuang untukmu ?

Semua pertanyaan ku terjawab, dan anehnya, aku malah lega. Mataku seperti terbuka. Segenap raga dan fikirku kembali ke realita. Kakiku kembali menginjak bumi. Aku tidak lagi hidup di fantasi.

Apalagi yang bisa ku percaya. Bahkan yang kupikir sahaja telah menyesatkanku begitu hebatnya.

Pada akhirnya, tetap saja aku tak mampu membencimu. Pernah ada kebahagiaan yang kubagi dulu denganmu. Walaupun begitu, kita tumbuh untuk bisa merelakan, melepaskan, lalu mengikhlaskan. Karena seperti kebanyakan manusia, kita selalu percaya.....  akan selalu ada pelangi sehabis pudarnya hujan. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar