BACKGROUND REKAMAN 2017
Silver Ticket To Home dibentuk, atau digunakan pada Juni 2017, tepat ketika mereka akan merekam dua lagu pertama mereka, "Tak Terbalas Sempurna" dan "Lagu Untuk Erin". Sebelumnya mereka sudah terlebih dahulu terbentuk dengan nama Brokenheart Foundation yang kemudian berganti nama menjadi Yayasan Patah Hati dengan formasi awal Wibi pada drum, Rey pada gitar dan vokal, dan Anunk pada bass. Ketika akan merekam kedua lagu tersebut, Rey yang tidak PD dengan suaranya mensugestikan pada Wibi dan Anunk untuk menambah personil pada departemen vokal. Setelah beberapa kali mencoba vokalis baru mulai dari Artina (sekarang menjadi salah satu pegawai bank nasional) hingga akhirnya mereka menemukan sosok vokal yang tepat dalam diri Dede Mulachela, teman sekampus mereka dan teman SMP Rey.
Selanjutnya, mereka merekam kedua lagu tersebut di sebuah studio rekaman legendaris di Mataram, Minority Records. Dalam proses recording, mereka dibantu oleh Jhovy Juhunkan (gitaris Caligula dan Paris Hasan) untuk mengisi beberapa bagian lead guitar di "Tak Terbalas Sempurna" dan "Lagu Untuk Erin". Kedua lagu ini pun dirilis pada Juni 2017. Mereka tidak mempromosikan dua single tersebut diakibatkan kesibukan masing-masing personil (Rey dan Dede yang KKN sementara Anunk dan Wibi dengan kesibukan organisasi kampus). Lagu itu sendiri hanya mereka bagikan dengan teman teman terdekat mereka.
PERGANTIAN PERSONIL
Menjelang akhir tahun 2017, STTH dihadapkan beberapa pergantian personil dimulai dengan bergabungnya Aan pada posisi lead guitar dan vokal kedua dan keluarnya Dede setelah show pertama mereka (yang berujung bencana) untuk kembali ke bandnya yang lama dengan Jhovy, Caligula. Anunk pun keluar dan akhirnya bergabung dengan band akustik, Qwerty (dulu bernama Dice). Menjelang awal 2018, mereka sudah beranjak menjadi power trio kembali dengan Aan bermain gitar dan mengambil alih vokal utama, Rey yang beralih bermain bass dari yang sebelumnya bermain rhythm guitar, dan Wibi yang tetap di drum. Formasi ini pun tak bertahan lama, setelah show pertama di tahun 2018, show ini pun menjadi show terakhir Wibi dengan STTH sebelum dia juga akhirnya meninggalkan band tersebut. Posisi Wibi pun digantikan oleh Riyan. Dengan formasi tersebut mereka sempat beberapa kali mengisi event-event di Mataram. Salah satu yang terbesar ialah ikut dalam line-up acara komunitas Earth Hour pada awal 2018. Formasi Aan, Rey, dan Riyan sendiri menjadi formasi terakhir sebelum akhirnya mereka memutuskan vakum pada akhir 2019 karena Aan yang harus pergi ke Jepang dan kesibukan Rey dalam mengerjakan tugas akhir perkuliahan.
BACKGROUND REKAMAN 2021
Akhir 2020, Rey berencana mengembalikan Silver Ticket To Home ke peredaran. Pertemuan dengan dengan teman semasa kecilnya, Ilman membawa setitik harapan untuk mewujudkan ini. Untuk, melengkapi reuni, awalnya Rey mengajak dua personil original, Wibi dan Anunk. Keduanya pun menolak untuk bergabung secara permanen. Akhirnya, Rey mengajak drummer terakhir STTH Riyan dan bassist Reza untuk bergabung karena sudah familiar dengan keduanya. Reza sendiri sempat diaudisi sebagai bassist pada awal 2019 sebelum mereka vakum. Formasi ini kemudian merekam materi selanjutnya, "Lebih Dari Ini" dan "Pamit Paling Pahit" di studio yang sama, Minority Records. Saat akan merilis dua lagu tersebut sebagai single, Rey memutuskan untuk merilis mereka dengan menggabungkan kedua lagu yang direkam dengan formasi original dan menjadikannya satu rilisan dalam bentuk mini album atau E.P. Full E.P ini sendiri awalnya dirilis hanya di Youtube pada April 2021 dan dirilis di semua platform digital tahun depannya.
MUSIK DAN TEMA LIRIKAL
Dikategorikan sebagai genre pop-rock, Phantomhive berisi lagu-lagu dengan basic pop namun dipadukan dengan isian gitar terdistorsi yang lebih menjurus ke rock dan metal. Untuk segi lirik, lagu-lagu di album ini menuturkan tentang hubungan yang berujung dengan kegagalan.
"Tak Terbalas Sempurna", adalah sebuah lagu yang bercerita tentang perjuangan sekeras apapun tak akan membuat sesuatu yang sudah seharusnya tak bersama, untuk bisa tetap bersama. Refrain lagu ini ditulis oleh Rey pada 2014. Bercerita tentang perpisahannya semasa SMA dengan adik kelasnya. Rey menyimpan refrain lagu tersebut hingga ketika STTH akan merekam lagu pertama mereka, Rey memutuskan untuk menggunakan lagu tersebut. Namun karena belum memiliki bentuk utuh, Rey meminta Dede untuk membuatkan bagian verse-nya.
"Lagu Untuk Erin" sendiri memiliki cerita yang cukup unik. Awalnya lagu tersebut ditambahkan diakhir lagu "Tak Terbalas Sempurna" dikarenakan mereka merasa bahwa dengan biaya rekaman yang cukup mahal bagi mereka waktu itu untuk satu lagu, mereka seharusnya bisa untuk membuat lagu lainnya dengan uang segitu. Untuk itu, Rey menambahkan part di akhir lagu "Tak Terbalas Sempurna" yang hanya berisi verse dengan nada yang diulang ulang dan ditambah gitar solo. "Lagu Untuk Erin" sendiri menurut Rey adalah sebuah confession akan "how important this girl, back then" dalam hidupnya. "Lagu ini semacam cara untuk membuat dia sadar betapa berartinya dia bagi saya" tambah Rey lagi.
"Lebih Dari Ini" terinspirasi dari cerita salah satu teman perempuan Rey yang kebingungan untuk mengakhiri hubungan dengan kekasihnya. Sehabis mendengar cerita tersebut, sepulangnya Rey langsung menulis lagu dari cerita tersebut. Seiring berjalan waktu ketika lagu itu direvisi beberapa kali secara lirik, hubungan Rey pun ikut kandas pula. Dia pun akhirnya merefleksikan lirik tersebut dari gabungan sudut pandang temannya dan juga dari sudut pandang mantan kekasihnya yang memutuskan mengakhiri hubungan dengannya. Dimana sudut pandangnya dalam perpisahan tersebut dia tuangkan pada lagu "Pamit Paling Pahit", lagu terakhir di album tersebut
ARTWORK
Artwork di album ini sendiri merupakan hasil screenshot dari Rey. Dia mengambil sebuah story WA yang dibuat oleh seorang kawannya bersama mantan pacarnya. Karena tidak ingin teridentifikasi siapa kedua pasangan tersebut, Rey menambahkan emoticon di bagian wajah mereka.
TRACKLIST
*Semua lagu ditulis oleh Rey Herdiansyah kecuali "Tak Terbalas Sempurna" oleh Dede Mulachela dan Rey Herdiansyah.
#1 Tak Terbalas Sempurna
#2 Lagu Untuk Erin
#3 Lebih Dari Ini
#4 Pamit Paling Pahit
PERSONIL
"Tak Terbalas Sempurna" dan "Lagu Untuk Erin"
Dede Mulachela - vocals
Rey Herdiansyah - guitars
Anunk Ochi - bass
Wibi Setiyoadi - drums
**(Jhovy Juhunkan sebagai personil tambahan pada lead guitar)
"Lebih Dari Ini" dan "Pamit Paling Pahit"
Ilman Wahyudi - vocals
Rey Herdiansyah - guitars
Reza Dianto - bass
Riyan Fahmi - drums
Additional Personel
Mas Niko - Production
Tidak ada komentar:
Posting Komentar